Sistem sangat dibutuhkan dalam
kehidupan sehari-hari, pengertian dari
sistem itu sendiri adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang
dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Suatu sistem erat hubungannya
dengan informasi, pada semester lalu saya mendapatkan mata kuliah mengenai
Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Informasi Akutansi, dalam matakuliah
tersebut banyak yang bisa saya pelajari dan sangat bermanfaat untuk dunia
pekerjaan. Dalam membuat subuah sistem kita perlu memiliki susunan atau
cara-cara agar dapat mempermudah pembuatan sistem tersebut. Seperti contoh pada
sistem informasi akutansi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kelebihan
dari memakai sistem : keamanan yang
sangat baik, memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan, efisiensi waktu dan kerja. Tetapi dalam sistem juga
terdapat kekurangan jika sistem yang kita buat memiliki tanggal kadarluasa maka
harus sering-sering di upgrade dan biasanya dalam membuat sebuha sistem sangat
rumit.
Rabu, 28 September 2011
Rabu, 13 April 2011
daftar pustaka
CONTOH DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
(sumber:http://www.downixs.press.com/penyesuaiandirIemaja/200/01/06). (sumber:
DAFTAR PUSTAKA
(sumber:http://www.downixs.press.com/penyesuaiandirIemaja/200/01/06). (sumber:
SIMPULAN
CONTOH KARYA ILMIAH-BAB3
BAB III
SIMPULAN
3.1 Simpulan
Pengertian perkembangan penyesuaian pada pada remaja ialah, sebuah perkembangan yang menjadi hal yang masih butuh menjadi bagian dari perhatian yang sangat penting. Remaja masih membutuhkan perhatian-perhatian serta bimbingan bagi diri mereka, baik secara psikologis maupun materis. Hal yang dapat memberikan pengaruh pada perkembangan remaja ialah hal-hal dan tempat dimana remaja mulai mencerna apa yang diperolehnya saat remaja mulai melihat dan saat berada pada keadaan yang akan dialaminya ataupun keadaan yang sedang di alaminya. Dalam halnya remaja belum dapat dikatakan dewasa ataupun dikatakan sebagai anak-anak lagi, karena dapat diketahui remaja adalah bentuk dalam masa transisi yang terlihat jelas ketika remaja yang hidup dirumah tangga yang retak , mengalami masalah emosi, tampak padanya ada kecenderungan yang besar untuk marah, suka menyendiri, disamping kurng kepekaa terhadap penerimaan sosial dan kurang mampu menahan diri serta lebih gelisah dibandingkan dengan remaja yang hidup dalam rumah tangga yang wajar yaitu ketika sebuah penyesuaian dan perkembangan diri yang terjadi pada diri remaja tersebut.
BAB III
SIMPULAN
3.1 Simpulan
Pengertian perkembangan penyesuaian pada pada remaja ialah, sebuah perkembangan yang menjadi hal yang masih butuh menjadi bagian dari perhatian yang sangat penting. Remaja masih membutuhkan perhatian-perhatian serta bimbingan bagi diri mereka, baik secara psikologis maupun materis. Hal yang dapat memberikan pengaruh pada perkembangan remaja ialah hal-hal dan tempat dimana remaja mulai mencerna apa yang diperolehnya saat remaja mulai melihat dan saat berada pada keadaan yang akan dialaminya ataupun keadaan yang sedang di alaminya. Dalam halnya remaja belum dapat dikatakan dewasa ataupun dikatakan sebagai anak-anak lagi, karena dapat diketahui remaja adalah bentuk dalam masa transisi yang terlihat jelas ketika remaja yang hidup dirumah tangga yang retak , mengalami masalah emosi, tampak padanya ada kecenderungan yang besar untuk marah, suka menyendiri, disamping kurng kepekaa terhadap penerimaan sosial dan kurang mampu menahan diri serta lebih gelisah dibandingkan dengan remaja yang hidup dalam rumah tangga yang wajar yaitu ketika sebuah penyesuaian dan perkembangan diri yang terjadi pada diri remaja tersebut.
BAB 2
contoh karya ilmiah-bab2
BAB II
ANALISA
2.1 Definisi
Perkembangan Perkembangan dapat di artikan sebagai berkesinambungan dan progresif dalam organisme. Dari lahir sampai mati (Chaplin C.P.,1989:134). Sedangakan Hurlock E.B. (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah, membimbing mereka maju, dan bukan mundur. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan belajar. Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari, apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubungan-hubungan, hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan, kemasakan, dan belajar.
2.2 Definisi Penyesuaian
Pengertian penyesuaian diri pada awalnya berasal dari suatu pengertian yang didasarkan pada ilmu biologi yang di utarakan oleh Charles Darwin yang terkenal dengan teori evolusinya. Ia mengatakan: "Genetic changes can improve the ability of organisms to survive, reproduce, and, in animals, raise offspring, this process is called adaptation".(Microsoft Encarta Encyclopedia 2002). Sesuai dengan pengertian tersebut, maka tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai reaksi terhadap berbagai tuntutan dan tekanan lingkungan tempat ia hidup seperti cuaca dan berbagai unsur alami lainnya. Semua mahluk hidup secara alami dibekali kemampuan untuk menolong dirinya sendiri dengan cara menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan materi dan alam agar dapat bertahan hidup. Dalam istilah psikologi, penyesuaian (adaptation dalam istilah Biologi) disebut dengan istilah adjusment. Adjustment itu sendiri merupakan suatu proses untuk mencari titik temu antara kondisi diri sendiri dan tuntutan lingkungan (Davidoff, 1991). Manusia dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, kejiwaan dan lingkungan alam sekitarnya. Kehidupan itu sendiri secara alamiah juga mendorong manusia untuk terus-menerus menyesuaikan diri.
2.3 Definisi Remaja
Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan menurut Zakiah Darajat (1990: 23) remaja adalah masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Hal senada diungkapkan oleh Santrock bahwa remaja (adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.
2.4 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Proses Penyesuaian Diri pada Remaja.
Sebagaimana telah dipahami bahwa dalam perkembangannya manusia akan melewati masa remaja. Remaja adalah anak manusia yang sedang tumbuh selepas masa anak – anak menjelang dewasa. Dalam masa ini tubuhnya berkembang sedemikian pesat dan terjadi perubahan – perubahan dalam bentuk fisk dan psikis. Badannya tumbuh berkembang menunjukkan tanda – tanda orang dewasa, perilaku sosialnya berubah semakn menyadari keberadaa dirinya, ingin diakui dan berkembang pemikiran maupun wawasannya secara lebih luas. Secara keseluruhan kepribadian mempunyai fungsi sebagai penentu primer dalam penyesuaian diri. Penentu berarti faktor yang mendukung, mempengaruhi, atau menimbulkn efek bagi proses penyesuaian. Secara sekunder proses penyesuaian ditentukan oleh faktor – faktor yang menentukan kepribadian itu sendiri baik internal maupun eksternal. Penentu penyesuaian identik dengan faktor – faktor yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bertahap. Penentu itu dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Kondisi – kondisi fisik, termasuk didalamnya keturunan, konstitusi fisik, susunan saraf kelenjar, sistem otot, kesehatan, penyakit dan sebagainya.
2. Perkembangan dan kematangan khususnya kematangan intelektual, sosial, moral dan emosional.
3. Penentu psikologis, termasuk didalamnya pengalaman, belajarya, pemgkondisian, penentua diri (self – determination), frustasi dan konflik.
4. Kondisi lingkungan khususnya kelurga dan sekolah.
5. Penentu cultural termasuk agama. Pemahaman tentang faktor – faktor diatas dan bagamana fungsinya dalam penyesuaian merupakan syarat untuk memahami proses penyesuaian diri. Berikut akan dijelaskan mengenai faktor – faktor diatas. Permasalahan menjadi sebagian dari aspek dan faktor dari timbulnya sebuah penyesuaian pada diri. Penyesuaian diri yang dihadapi remaja dapat berasal dari suasana psikologis kelurga seperti keretakan kelurga. Banyak penelitian membuktikan bahwa remaja yang hidup dirumah tangga yang retak , mengalami masalah emosi, tampak padanya ada kecenderungan yang besar untuk marah, suka menyendiri, disamping kurng kepekaa terhadap penerimaan sosial dan kurang mampu menahan diri serta lebih gelisah dibandingkan dengan remaja yang hidup dalam rumah tangga yang wajar.
BAB II
ANALISA
2.1 Definisi
Perkembangan Perkembangan dapat di artikan sebagai berkesinambungan dan progresif dalam organisme. Dari lahir sampai mati (Chaplin C.P.,1989:134). Sedangakan Hurlock E.B. (1978:23) menyatakan bahwa “Perkembangan dapat didefinisikan sebagai deretanm progresif dari perubahan yang teratur dan koheren “.”Progresif “ menandai bahwa perubahannya terarah, membimbing mereka maju, dan bukan mundur. “Teratur” dan “ koheren” menunjukan hubungan yang nyata antara perubahan yang terjadi dan telah mendahului atau mengikutinya. Ini berarti bahwa perkembangan juga berhubungan dengan proses belajar terutama mengenai isinya yaitu tentang apa yang akan berkembang berkaitan dengan perbuatan belajar. Disamping nitu juga bagaimana suatu hal itu dipelajari, apakah melalui memorisasi (menghafal) atau melalui peniruan dan atau dengan menangkap hubungan-hubungan, hal-hal ini semuaikut menentukan proses perkermbangan. Dapat pula dapat dikatakan bahwa perkembangan sebagai suatu proses yang kekal dan tetap yang menuju ke arah suatu organisasi pada tingkat integrasi yang lebih tinggi terjadi berdasarkan proses pertumbuhan, kemasakan, dan belajar.
2.2 Definisi Penyesuaian
Pengertian penyesuaian diri pada awalnya berasal dari suatu pengertian yang didasarkan pada ilmu biologi yang di utarakan oleh Charles Darwin yang terkenal dengan teori evolusinya. Ia mengatakan: "Genetic changes can improve the ability of organisms to survive, reproduce, and, in animals, raise offspring, this process is called adaptation".(Microsoft Encarta Encyclopedia 2002). Sesuai dengan pengertian tersebut, maka tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai reaksi terhadap berbagai tuntutan dan tekanan lingkungan tempat ia hidup seperti cuaca dan berbagai unsur alami lainnya. Semua mahluk hidup secara alami dibekali kemampuan untuk menolong dirinya sendiri dengan cara menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan materi dan alam agar dapat bertahan hidup. Dalam istilah psikologi, penyesuaian (adaptation dalam istilah Biologi) disebut dengan istilah adjusment. Adjustment itu sendiri merupakan suatu proses untuk mencari titik temu antara kondisi diri sendiri dan tuntutan lingkungan (Davidoff, 1991). Manusia dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial, kejiwaan dan lingkungan alam sekitarnya. Kehidupan itu sendiri secara alamiah juga mendorong manusia untuk terus-menerus menyesuaikan diri.
2.3 Definisi Remaja
Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik (Hurlock, 1992). Remaja sebenarnya tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon (dalam Monks, dkk 1994) bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa remaja adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Masa remaja berlangsung antara umur 12 tahun sampai dengan 21 tahun bagi wanita dan 13 tahun sampai dengan 22 tahun bagi pria. Sedangkan menurut Zakiah Darajat (1990: 23) remaja adalah masa peralihan diantara masa kanak-kanak dan dewasa. Dalam masa ini anak mengalami masa pertumbuhan dan masa perkembangan fisiknya maupun perkembangan psikisnya. Mereka bukanlah anak-anak baik bentuk badan ataupun cara berfikir atau bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Hal senada diungkapkan oleh Santrock bahwa remaja (adolescene) diartikan sebagai masa perkembangan transisi antara masa anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial-emosional.
2.4 Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Proses Penyesuaian Diri pada Remaja.
Sebagaimana telah dipahami bahwa dalam perkembangannya manusia akan melewati masa remaja. Remaja adalah anak manusia yang sedang tumbuh selepas masa anak – anak menjelang dewasa. Dalam masa ini tubuhnya berkembang sedemikian pesat dan terjadi perubahan – perubahan dalam bentuk fisk dan psikis. Badannya tumbuh berkembang menunjukkan tanda – tanda orang dewasa, perilaku sosialnya berubah semakn menyadari keberadaa dirinya, ingin diakui dan berkembang pemikiran maupun wawasannya secara lebih luas. Secara keseluruhan kepribadian mempunyai fungsi sebagai penentu primer dalam penyesuaian diri. Penentu berarti faktor yang mendukung, mempengaruhi, atau menimbulkn efek bagi proses penyesuaian. Secara sekunder proses penyesuaian ditentukan oleh faktor – faktor yang menentukan kepribadian itu sendiri baik internal maupun eksternal. Penentu penyesuaian identik dengan faktor – faktor yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bertahap. Penentu itu dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1. Kondisi – kondisi fisik, termasuk didalamnya keturunan, konstitusi fisik, susunan saraf kelenjar, sistem otot, kesehatan, penyakit dan sebagainya.
2. Perkembangan dan kematangan khususnya kematangan intelektual, sosial, moral dan emosional.
3. Penentu psikologis, termasuk didalamnya pengalaman, belajarya, pemgkondisian, penentua diri (self – determination), frustasi dan konflik.
4. Kondisi lingkungan khususnya kelurga dan sekolah.
5. Penentu cultural termasuk agama. Pemahaman tentang faktor – faktor diatas dan bagamana fungsinya dalam penyesuaian merupakan syarat untuk memahami proses penyesuaian diri. Berikut akan dijelaskan mengenai faktor – faktor diatas. Permasalahan menjadi sebagian dari aspek dan faktor dari timbulnya sebuah penyesuaian pada diri. Penyesuaian diri yang dihadapi remaja dapat berasal dari suasana psikologis kelurga seperti keretakan kelurga. Banyak penelitian membuktikan bahwa remaja yang hidup dirumah tangga yang retak , mengalami masalah emosi, tampak padanya ada kecenderungan yang besar untuk marah, suka menyendiri, disamping kurng kepekaa terhadap penerimaan sosial dan kurang mampu menahan diri serta lebih gelisah dibandingkan dengan remaja yang hidup dalam rumah tangga yang wajar.
BAB 1
contoh karya tulis ilmiah....
Semakin berkembangnya perkembangan zaman yang modern dan diiringi dengan pengetahuan, tidak menutup kemungkinan jika perkembangan penyesuaian diri menjadi sebuah perkembangan yang perlu diperhatikan dalam pola-pola penyesuaian yang dilakukan pada lingkungan sekitar. Penyesuaian diri bagi remaja merupakan hal yang penting dan perlu diperhatikan dalam setiap perkembangannya, maka tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar remaja pada zaman ini memulai dirinya dengan memilih hal yang harus dilakukan dan dinikmati dalam kehidupannya. Dalam hal tersebut dapat diketahui pula bahwa jika kita kembali melihat kondisi tersebut apabila didukung oleh lingkungan yang kurang kondusif dan sifat keperibadian yang kurang baik akan menjadi pemicu timbulnya berbagai penyimpangan perilaku dan perbuatan-perbuatan negatif yang melanggar aturan dan norma yang ada di masyarakat yang biasanya.
1.2 Rumusan Masalah Tujuan dan perumusan
dalam hal ini adalah, Apa yang mempengaruhi individu remaja terhadap penyesuaian diri dalam perkembangannya? kemudian apa yang dapat diserap oleh individu remaja dalam proses interaksi terhadap lingkungan yang membentuk pribadi remaja menjadi sehat? Lingkungan-lingkungan seperti apa yang menjadi peranan baik atau buruknya individu remaja tersebut?. 1.1 Tujuan Penelitian Tujuan adanya penyusunan karya tulis ilmiah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah umum bahasa Indonesia dengan pembahasan yang menjadi tujuan dan isi dalam pembuatan karya tulis ini. Dalam penyusunan karya tulis ini penulis juga bertujuan untuk memenuhi rasa ingin tahu penulis mengenai apa yang menjadi manfaat dalam pengetahuan mengenai remaja dalam penyesuaian diri terhadap perkembangan remaja.
1.3 Sumber Data
Penulis memperoleh data melalui artikel dan media internet yang menjadi pendukung dari penyusunan karya tulis ini dengan berbagai sumber data serta isi pokok mengenai data yang menjadi topik dalam pembahasan pada karya tulis ini.
1.4 Kerangka Teori
terdapat informasi mengenai penyesuaian remaja di internet. Dikatakan bahwa proses penyesuaian diri remaja mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara bertahap dipegaruhi oleh faktor – faktor kultur dan agama. Lingkungan kultural dimana individu berada dan berinteraksi akan menentukan pola penyesuaian diri. Contohnya tata cara kehidupan di sekolah, di masjid dan semacamnya akan mempengaruhi bagaimana anak menempatkan diri dan bergaul dengan masyarakat sekitarnya. Partosuwido (1992) menemukan korelasi yang signifikan antara konsep diri, pusat kendali, dan penyesuaian diri. Penelitian konsep diri pada remaja ini juga pernah dilakukan oleh Andayani & Afiatin (1996), hasilnya menunjukkan terdapat hubungan positif antara konsep diri, harga diri, serta kepercayaan diri remaja. Shavelson & Roger (1982) menyatakan bahwa konsep diri terbentuk dan berkembang berdasarkan pengalaman dan inteprestasi dari lingkungan, penilaian orang lain, atribut, dan tingkah laku dirinya. Bagimana orang lain memperlakukan individu dan apa yang dikatakan orang lain tentang individu akan dijadikan acuan untuk menilai dirinya sendiri ( Mussen dkk, 1979).
1.5 Metode dan Teknik Metode
yang digunakan penulis ialah, metode penelitian kepustakaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan topik dan masalah yang diteliti dan dapat melengkapi kesimpulan yang diharapkan.
untuk BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang MasalahSemakin berkembangnya perkembangan zaman yang modern dan diiringi dengan pengetahuan, tidak menutup kemungkinan jika perkembangan penyesuaian diri menjadi sebuah perkembangan yang perlu diperhatikan dalam pola-pola penyesuaian yang dilakukan pada lingkungan sekitar. Penyesuaian diri bagi remaja merupakan hal yang penting dan perlu diperhatikan dalam setiap perkembangannya, maka tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar remaja pada zaman ini memulai dirinya dengan memilih hal yang harus dilakukan dan dinikmati dalam kehidupannya. Dalam hal tersebut dapat diketahui pula bahwa jika kita kembali melihat kondisi tersebut apabila didukung oleh lingkungan yang kurang kondusif dan sifat keperibadian yang kurang baik akan menjadi pemicu timbulnya berbagai penyimpangan perilaku dan perbuatan-perbuatan negatif yang melanggar aturan dan norma yang ada di masyarakat yang biasanya.
1.2 Rumusan Masalah Tujuan dan perumusan
dalam hal ini adalah, Apa yang mempengaruhi individu remaja terhadap penyesuaian diri dalam perkembangannya? kemudian apa yang dapat diserap oleh individu remaja dalam proses interaksi terhadap lingkungan yang membentuk pribadi remaja menjadi sehat? Lingkungan-lingkungan seperti apa yang menjadi peranan baik atau buruknya individu remaja tersebut?. 1.1 Tujuan Penelitian Tujuan adanya penyusunan karya tulis ilmiah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah umum bahasa Indonesia dengan pembahasan yang menjadi tujuan dan isi dalam pembuatan karya tulis ini. Dalam penyusunan karya tulis ini penulis juga bertujuan untuk memenuhi rasa ingin tahu penulis mengenai apa yang menjadi manfaat dalam pengetahuan mengenai remaja dalam penyesuaian diri terhadap perkembangan remaja.
1.3 Sumber Data
Penulis memperoleh data melalui artikel dan media internet yang menjadi pendukung dari penyusunan karya tulis ini dengan berbagai sumber data serta isi pokok mengenai data yang menjadi topik dalam pembahasan pada karya tulis ini.
1.4 Kerangka Teori
terdapat informasi mengenai penyesuaian remaja di internet. Dikatakan bahwa proses penyesuaian diri remaja mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat secara bertahap dipegaruhi oleh faktor – faktor kultur dan agama. Lingkungan kultural dimana individu berada dan berinteraksi akan menentukan pola penyesuaian diri. Contohnya tata cara kehidupan di sekolah, di masjid dan semacamnya akan mempengaruhi bagaimana anak menempatkan diri dan bergaul dengan masyarakat sekitarnya. Partosuwido (1992) menemukan korelasi yang signifikan antara konsep diri, pusat kendali, dan penyesuaian diri. Penelitian konsep diri pada remaja ini juga pernah dilakukan oleh Andayani & Afiatin (1996), hasilnya menunjukkan terdapat hubungan positif antara konsep diri, harga diri, serta kepercayaan diri remaja. Shavelson & Roger (1982) menyatakan bahwa konsep diri terbentuk dan berkembang berdasarkan pengalaman dan inteprestasi dari lingkungan, penilaian orang lain, atribut, dan tingkah laku dirinya. Bagimana orang lain memperlakukan individu dan apa yang dikatakan orang lain tentang individu akan dijadikan acuan untuk menilai dirinya sendiri ( Mussen dkk, 1979).
1.5 Metode dan Teknik Metode
yang digunakan penulis ialah, metode penelitian kepustakaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan topik dan masalah yang diteliti dan dapat melengkapi kesimpulan yang diharapkan.
logika program k-map
Praktikum kali ini saya ingin membuat program untuk menampilkan karnaugh map (K-Map) menggunakan program C++.
#include
#include
#include
#include
Merupakan header file yaitu file yang berisi prototype dari sekumpulan fungsi-fungsi pustaka, sedangkan fungsi pustakanya sendiri disimpan di file library (.LIB).
Penulisan header : #include
#include, adalah cara standar untuk menggabungkan deklarasi objek tertentu ke dalam kode, berlaku pada semua kompiler yang Standard-compliant.
#include, adalah header di C yang berisi makro definisi, konstanta, dan deklarasi fungsi dan jenis yang digunakan untuk berbagai standard input dan output operasi.
#include, header ini mendefinisikan beberapa fungsi tujuan umum, termasuk manajemen memori dinamis, generasi nomor acak, komunikasi dengan lingkungan, arthmetics integer, mencari, menyortir dan mengkonversi.
int a,b,c,d,e,f,g,h;
adalah sebuah pendeklarasian dari variable a, b, c, d, e, f, g, dan h yang dideklarasikan sebagai tipe data integer (int).
action ();
untuk melakukan program.
void main ()
Pernyataan ini mendeklarasikan fungsi utama, bahwa suatu program C++ dapat berisi banyak fungsi yang harus selalu memiliki sebuah fungsi utama (main function). Kata void menandakan fungsi main tidak bertipe.
{ dan }
Menandakan blok program. Blok program akan diawali dengan tanda kurung kurawal buka ( { ) dan diakhiri dengan kurung kurawal tutup ( } ).
do
digunakan untuk percabangan.
clrscr();
digunakan untuk menghapus layar.
printf("\n\n\n\n\t\t\t");
digunakan untuk mencetak ke halamana selanjutnya.
printf("\n\n\n\n\t\t\t");
printf(" KARNAUGH MAP EVALUATION ");
printf("\n\n\n\t\t A\\BC");
printf("|---------------------------------|\n");
printf("| a | b | c | d |\n"); …. dan seterusnya
Digunakan untuk menampilkan str ke layar monitor dengan menampilkan kalimat diantara tanda kutip. \n merupakan format modifier yang digunakan untuk berganti baris setelah menampilkan string, jika ada kalimat lain tercetak pada program tersebut maka string yang menyertainya akan dicetak pada baris di bawahnya.
scanf("%d",&a);
scanf("%d",&b);
scanf("%d",&c); …. dan seterusnya
scanf () jelas membutuhkan pointer ke variabel jika akan mengubah variabel itu sendiri, jadi kita menggunakan alamat-operator untuk mendapatkan pointer. . Dalam hal ini, scanf () berjalan menuruni format string, menemukan "% d", dan kemudian membaca integer dan menyimpannya dalam variabel berikutnya dalam daftar argumen, sebuah. Pada nilai a, b, c dan lainnya.
while(ch=='y'||ch=='Y');
Merupakan salah satu bentuk perulangan. Proses akan terus diulang selama syarat terpenuhi.
if(a==1&&b==0&&c==0&&d==0&&e==0&&f==0&&g==0&&h==0)
printf("abc");
else if(b==1&&a==0&&c==0&&d==0&&e==0&&f==0&&g==0&&h==0)
printf("abC");
else if(c==1&&b==0&&a==0&&d==0&&e==0&&f==0&&g==0&&h==0)
printf("aBC");
if merupakan bentuk kondisi proses akan ber;angsung jika kondisi yang diminta terpenuhi, atau jika (else if) kondisi lain terpenuhi.
else
{
printf("\t INVALID....");
Jika semua syarat tidak terpenuhi maka hasil yang akan tampil adalah INVALID.
Liturgi ragam bahasa
contoh liturgi ragam bahasa
1. Bahasa Palembang
K*erNO b*esak nian kasih-Nyo pado dunio, laju di*enJUKk*e-Nyo buDAK lanang siKOK-siKOK-Nyo, s*ehinggo siapo ba^e yang p*ecayo pada-Nyo idak binaso,tapi idup s*epanjangan.
2. Bahasa Minangkabau Karano
baitu gadang kasiah Allah pado dunia-ko, sahinggo Tuhan alah mangaruniakan AnakNya nan tungga itu, supayo satiok urang nan picayo kapadoNyo indak binaso, malainkan baroleh iduik nan kaka.
3. Bahasa Karo (Batak)
Sabap bege pengkelengi Dibata doni enda, maka ibereikenna Anakna si tonggal, gelah ola bene ise pe si tek ibas ia, tapi dat kegeluhen si rasa lalap.
4. Bahasa Simalungun (Batak)
Ai sonon do parholong in atei ni Naibata bani dunia on, pala do anakni sisada-sada ai iberehon ase ulang magou sagala na porsaya Bani,
5. Bahasa Sunda
Sabab dunya teh pohara nya diasihna ku Allah, nepi ka Putra TunggalNa oge dipasrahkeun, supaya sing saha anu percaya ke Anjeunna ulah nepi ka cilaka, sabalikna bisa tinemu jeung hirup abadi.
6. Bahasa Jawa
Awitdene Gusti Allah anggone ngasihi marang jagad iku nganti masrahake Kang Putra ontang-anting, supaya saben wong kang pracaya marang Panjenengane aja nganti nemu karusakan, nanging nduwenana urip langgeng.
7. Bahasa Madura
Karana bariya kataresna´anna Allah ka alam dunnya, kangse marengngagi Pottrana se settong, sopaja sepat oreng se parcaja ka Salerana ta´ nemmowa calaka, tape andi´a odi´ se langgeng.
8. Bahasa Ngayu (Dayak)
Karana kalote kapaham Hatalla jari sinta kalunen, sampai ie jari manenga Anake ije tonggal, mangat gagenep oloh, ijo percaya buang ie, dia binasa, tapi mandino pambelom ije katatahi.
9. Bahasa Dayak
Laut Allah Taala rindu ka mensia, datai ka iya mri Anak tunggal iya ngambi ka samoa orang ti arap ka iya enda lalu mati, utang bulih idup meruan.
10. Bahasa Mori (Sulteng)
Nde kanandiomo Dopehohawao Oee Ala wawontolino andio, ka Doweeakono Anado anu asa-asa, kasi dontetadi luwudo mia, anu mpe´ala-ala Ira, tendeano ka domehaweo tuwua, anu nahina tampulaano
11. Bahasa Timor
Fun Usif Neno nek pah pinan onnane talan te In anfe In An mone fua mese, he nati ale sekau le nekan nateb neo In, kais namle´u, mes napeni honis nabal-bal.
12. Bahasa Namau (IrJa)
Uku Eloi pani va´au umu-awkanave kapoi, Una naumuki Mere U awkunave, a´a kavakava ane u pirimaroakona u imunavaia, a opai rokoa u miane-iai.
13. Bahasa Dani Barat (IrJa)
Ai Ala nen yt aakvmy abok ynabuwa lombok mbareegerak me, kit kiniki noba panggombvnuk, abet nombakwy kiinok, lek eerogo pinagarak lek mondok-mondok kineenik logobagip ndvk, at apvt ambolom ndarak an aret nappani wagagerak.
14. John 3:16 (Afrikaans)
"Want so lief het God die wereld gehad, dat Hy sy eniggebore Seun gegee het, sodat elkeen wat in Hom glo, nie verlore mag gaan nie, maar die ewige lewe kan he."
15. John 3:16 (Dutch)
"Want alzo lief heeft God de wereld gehad, dat Hij zijn eniggeboren Zoon gegeven heeft, opdat een ieder, die in Hem gelooft, niet verloren ga, maar eeuwig leven hebbe."
16. John 3:16 (Finnish)
"Silla niin on Jumala maailmaa rakastanut, etta han antoi ainokaisen Poikansa, ettei yksikaan, joka haneen uskoo, hukkuisi, vaan hanella olisi iankaikkinen elama."
17. John 3:16 (French)
"Car Dieu a tant aime le monde quÕil a donne son Fils unique, afin que quiconque croit en lui ne perisse point, mais quÕil ait la vie eternelle."
18. John 3:16 (German)
"Denn also hat Gott die Welt geliebt, da er seinen eingebornen Sohn gab, auf da alle, die an ihn glauben, night verloren werden, sondern das ewige Leben haben."
19. John 3:16 (Italian)
"Poiche Iddio ha tanto amato il mondo, che ha dato il suo unigenito Figliuolo, affinche chiunque crede in lui non perisca, ma abbia vita eterna."
20. John 3:16 (Polish)
"Poniewaz Bog tak swiat kochal, ze dal swego syna jedynego, aby kto wierzy w Niego nie zginal, lecz zyl wiecznie."
21. John 3:16 (Portuguese)
"Porque Deus amou o mundo de tal maneira, que deu o seu Filho unigenito, para que todo aquele que nele cre nao pereca, mas tenha a vida eterna
22. John 3:16 (Spanish)
"Porque de tal manera amo Dios al mundo, que ha dado a su Hijo unigenito, para que todo aquel que en el cree, no se pierda, mas tenga vida eterna."
23. John 3:16 (Swahili)
"Kwa maana jinsi hii Mungu aliupenda ulimwengu, hata akamtoa Mwanawe pekee, ili kila mtu amwaminiye asipotee; bali awe na uzima wa milele."
24. John 3:16 (Swedish)
"Ty sa alskade Gud varlden, att han utgav sin enfodde Son, pa det att var och en som tror pa honom skall icke forgas, utan hava evigt liv."
25. John 3:16 (Vietnamese)
"Vi Durc Chua Tro'i thu'o ng-yeu the-gian den noi da ban Con doc-sanh cua Ngai, hau cho he ai tin Con ay khong bi hu-mat, nhu'ng du'o'c su song do'i do'i."
Langganan:
Postingan (Atom)
Hi Guys, Udah lama gak ngeblog, Now, I am back ^_^ Mau berbagi pengalaman sedikit tentang persiapan merried kemarin, gue akan...
-
Praktikum kali ini saya ingin membuat program untuk menampilkan karnaugh map (K-Map) menggunakan program C++. #include #include #include...
-
contoh liturgi ragam bahasa 1. Bahasa Palembang K*erNO b*esak nian kasih-Nyo pado dunio, laju di*enJUKk*e-Nyo buDAK lanang siKOK-siKOK...
-
Hypertext Komunitas - sistem informasi Pemanfaatan teknologi informasi manjadi suatu keharusan yan...