![]() |
Senin, 31 Mei 2010
Manusia dengan kegelisahan
Gelisah
adalah suatu perasaan dimana timbul kecemasan, takut dan was-was.
penulis akan bercerita mengenai pengalaman penulis pada saat penulis
sedang dalam keadaan gelisah. malam itu cuaca sangat dingin terasa
sangat nyaman sekali jika tidur dengan cuaca seperti itu. tapi pada
malam itu penulis tidak bisa tidur karena ada satu hal yang
mengganjal pikiran penulis yaitu karena besok adalah pengumuman untuk
kelulusan siswa kelas 3 SMA. saat itu perasanan penulis campur aduk
tegang, gelisah dan panik. jika tatkala penulis mendenganr pengumuman
yang hasilnya tidak memuaskan buat penulis. perasaan gelisah ini
sungguh menghantui penulis karena dalam bayangan penulis jika penulis
tidak lulus apa yang akan penulis lakukan. masa ngulang tahun depan
memalukan menurut penulis karena sama saja bohong kerena buat apa
penulis bersekolah lama-lama selama 3 tahun jika hasilnya tidak lulus
juga, dipikiran penulis berarti penulis telah gagal dalam segala
aktivitas dan pelajaran penulis selama 3 tahun ini. semakin penulis
ingin menghilangkan perasaan gelisah tersebut maka semakin bertambah
besar kegelisahan itu muncul. akhirnya selama kurang lebih 6 jam
penulis tidak dapat tidur tenang terus-menurus gelisah akan
pengumuman kelulusan tersebut. maklumlah seharusnya kan jika memeng
kita yakin pasti kita akan lulus kita tidak perlu gelisah tetapi
berhubung penulis sadar akan kemampuan penulis maka kegelisahan pun
itu muncul terus-menerus tak pernah berhenti. akhirnya setelah
tinggal beberapa jam lagi menuggung pengumuman dan penulispun masih
saja belum bisa tidur dengan tenang dan penulispun akhirnya mengambil
sikap tenang posisi duduk dan mulai berdoa kepada yang Maha Kuasa
karena hanya Ia lah yang mampu membuat hamba keluar dari kegelisahan
ini. setelah beberapa saat berdoa maka hati penulispun sudah mulai
agak tenang seperti ada spirit yang kuat membantu penulis keluar dari
keglisahan ini. lama-lama penulispun tertidur dan akhirnya tibalah
saat pengumuman tersebut kring...kring.....suara telepon pun berbunyi
dan "congratulations"
anda dinyatakan lulus tepepon dari sekolah yang
memberitahukan bahwa penulis lulus dengan nilai yang memuaskan.
Disini penulis ingin memberitahukan bahwa kegelisahan akan muncul
tatkala kita kita merasa bahwa apa yang kita lakukan belum mencapai
hasil yang maksimal hanya satu yang perlu kita lakukan pikirlah
positif dan tidak lupa untuk berdoa tatkala kita sudah tidak tahu
jalan keluarnya Tuhan pasti akan selalu ada kapanpun kita
membutuhkannya.

Manusia dan Tanggung Jawab

Setiap manusia dilahirkan pasti memiliki tanggung jawab. dan tanggung jawab tersebut haruslah kita pergunakan dengan sebaik-baiknya. contohnya kita sebagai anak harus memiliki tanggung jawab untuk belajar dan turut dengan perintah orang tua. Makna dari istilah “tanggung
jawab” adalah “siap menerima kewajiban atau tugas”. Arti tanggung jawab di atas semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang. Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung jawab tadi, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab. Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih mudah untuk“menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab.
Banyak orang mengelak bertanggung jawab, karena memang lebih mudah menggeser tanggung jawabnya, daripada berdiri dengan berani dan menyatakan dengan tegas bahwa, “Ini tanggung jawab saya!” Banyak orang yang sangat senang dengan melempar tanggung jawabnya ke pundak orang lain.
Sebagian orang, karena tidak bisa memahami arti dari sebuah tanggung jawab; seringkali dalam kehidupannya sangat menyukai pembelaan diri dengan kata-kata,“Itu bukan salahku!” Sudah terlalu banyak orang yang dengan sia-sia, menghabiskan waktunya untuk menghindari tanggung jawab dengan jalan menyalahkan orang lain, daripada mau menerima tanggung jawab, dan dengan gagah berani menghadapi tantangan apapun di depannya. maka dari itu tanggung jawab itu penting untuk dilaksanakan, penulis akan bercerita sedikit mengenai tanggung jawab seorang ibu kepada anak-anaknya. penulis punya cerita tentang sahabat penulis adalah anak pertama dari 2 bersaudara. ia memiliki seorang adik laki-laki,
yang kita tahu ayah memiliki tanggung jawab untuk menafkahi keluarganya. tetapi pada keluarga sahabat penulis ini berbeda ayahnya sudah meninggal dunia karena mengalami sakit keras. jika kita mau mengelak kan bisa saja ibunya tidak bertanggung jawab kepad dua orang anaknya ini, bisa saja ia meninggalkan 2 anaknya ini dengan alasan "saya sudah tidak sanggup membiayai anak-anak saya".tetapi yang dilakukan sahabat penuls ini berbeda justru ia bekerja keras untuk menyekolahkan kedua anaknya, sehingga sahabat penulis ini bisa sekolah yang bisa dibilang berkualitas dan yang biayanya cukup mahal.dan orang tua sahabat penulis ini juga bisa membeli rumah yang cukup bagus untuk mereka deangan hanya bermodalkan berbisnis rumah makan.inilah contoh tanggung jawab yang baik yang mampu melaksanakan tugasanya yang sebenarnya bukan menjadi tanggung jawabnya tetapi ia kerjakan juga depan melihat anak-anaknya sukses.
so jangan pernah sekali pun kita meninggalkan atau melepaskan tanggung jawab yang telah diberikan kepada kita tetapi hadapilah dengan gagah dan lawanlah setiap cobaan dengan semangat dan jangan putus asa.
Minggu, 16 Mei 2010
Pandangan Hidup
Dalam kehidupan manusia memiliki pandangan yang berbeda-beda, tergantung bagaimana kita menyikapi hidup ini dengan melihat dari berbagai sisinya. Pada tulisan kali ini penulis akan bercerita mengenai pengalaman penulis. Siang itu hari cerah sehingga penulis duduk didepan teras dengan santai sambil melihat pemandangan sekeliling. Tiba-tiba suara itupun memecahkan suasana santai penulis....ela...ela...(nama panggilan penulis)memanggil dalam keadaan menangis dan berteriak, dengan kaget penulis pun berdiri dan langsung berlari kearah bunyinya suara. Ketika penulis dapati ternyata ibunda penulis menanggis disamping ayah penulis yang saat itu sedang dalam keadaan kejang. Tetepi kami tidak tahu apa penyebab ayah kami kejang tak kuasa menahan tanggis penulis pun langsung berlutut lemas sambil meneteskan air mata(dalam hati berpikir Tuhan apa yang terjadi pada ayah hamba) dan penulispun semakin lemas tak berdaya tatkala melihat ibunda penulis yang biasanya kuat menahan emosinya tetapi pada saat itu ibunda penulispun lemas. Dalam keadaan darurat tersebut untungnya kakak penulis sontak mengambil HP dan menelepon teman dekat orangtua kami yang memang rumahnya dekat dengan rumah kami dan bilang bapa dalam keadaan darurat. Beberapa lama kemudian mereka datang dan langsung masuk kekamar orangtua penulis untuk melihat keadaan ayah kami. Penulis pun masih dalam keadaan menangis dan sedikit terkejut ternyata yang datang selain teman orangtua penulis dan pendeta gereja kami, memang keluarga kami cukup dekat dengan keluarga pendeta digereja kami ini sehingga beliau pun kaget dan langsung datang juga kerumah penulis. Teman orangtua kami ini pun berinisiatif langsung membawa ayah penulis kerumah sakit terlebih dahulu sebelum berangkat kami berdoa bersama-sama semoga ini hanya penyakit biasa. Karana mobil yang dibawa hanya muat untuk beberapa orang penulis dan kaka penulispun tidak ikut serta. Penulis dan kaka penulis langsung memberi kabar kepada kaka penulis yang lain karena penulis 5 bersaudara sedangakan yang ada pada saat itu hanya penulis anak k-4 dan kaka ke-3 penulis. Setelah itu penulis terus berdoa agar tidak terjadi apapun pada orangtua hamba. Dengan rasa cemas, khawatir, sedih bercampur aduk pada siang itu takut beberapa kemungkinan terjadi. Setalh menunggu sekitar 2 jam akhirnya penulispun diberi kabar dari ibunda penulis katanya ayah kami terkena infeksi pada luka dikakinya dan harus segera operasi. Penulispun tak kuasa menahan tanggis. Memang dari muda ayah kami telah terkena penyakit diabetes militeus atau penyakit gula basah penyakit ini sangat berbahaya jika penderitanya dalam keadaan luka karena akan terjadi pembusukan, penulis pun semakin sedih tatkala yang selam 25 tahun ini ayah penulis menngidap penyakit tersebut tetapi baru kali ini saja beliau samapi seperti itu. Akhirnya penulis dan semua kakak dan adik penulis datang menjenguk ayah kami dan melihat keadaannya. Kami sekeluarga pun berunding untuk akhirnya memutuskan agar ayah kami in dioperasi. Hari demi hari dilalu untuk menunggu jadwal operasi ayah kami karena jika operasi harus dalam keadaan baik. Akhirnya hari itu pun datang tjam 12.00 ayah kami mulai dioperasi dan kami sekeluargapun berdoa bersama dimana pun kami berada karena pada hari itu adalah jam kerja dan sekolah kami berinisiatif untuk berdoa bersama dengan menentukan waktu yang sama dengan doa BAPA KAMI doa yang diajaarkan Allah kepada kita(umat kristiani) sampai lebih dari 10 kali(dengan penuh pengharapan agaar TUHAN selalu menyertai ayah kami dan melancarkan segal operasinya). Akhirnya operasi itupun berjalan lancar dan sukses dan beberapa hari kemudian ayah kami pun diperbolehkan pulang kerumah dengan syarat berobat jalan. Selam kurang lebi 6 bulan ayah penulis berobat jalan dan akhirnya sudah bisa dinyatakan sehat dan bisa berjelan seperti biasanya lagi karena pada saat itu ayah kami tidak bisa berjalan karena operasinya dilakukan ditelapak kaki.dan selam 6 bula itu juga lah kami sekeluarga terus menerus berdoa meminta permohonan kepada tuhan agar ayah kami diberi kesembuhan. Dan akhirnya doa kamipun dijawab ayah kami dapat sembuh walaupun belum begitu baik sudah dapaat berjalan dengan dengan baik dan melakukan aktivitas kembali. Dari tulisan ini penulis ingin berbagi pengalaman karena disetiap hidup pasti kita mendapatkan cobaan. Dan cobaan hanya bisa dilewati jika kita berpengharapan pada yang Maha Kuasa dan selalu berdoa kepada-Nya, jangan mudah putus asa karena doa yang kita ajukan tidak terjadi secara instant atau langsung semua butuh proses Tuhan tidak melihat hasil tetapi ia melihat proses, apaka didalam proses itu kita melakukan yang terbaik untuk-Nya??, atau malah berpaling dari pada-Nya. Dan kerana jawaban dari doa itu ada 3 yaitu pertama disetujui, kedua ditunda atau ketiga tidak sama sekali. So tetep percaya kepada Tuhan karena ia akan melakukan yang terbaik kepada umat-Nya dalam situasi apapun......
foto kaki bapa ku yang dioperasi jangan kaget yah...
foto kaki bapa ku yang dioperasi jangan kaget yah...
Kebajikan dalam hidup
Kebajikan atau bisa disebut juga kebaikan, dalam setiap diri manusia pasti memiliki sisi kebaikan dan sisi keburukan ibarat warna ada hitam ada juga putih tergantung kita ingin berada diarea yang mana. Nah Penulis akan bercerita sedikit mengenai suatu hal yah bisa dibilang kebaikanlah...hihihi.. yang penulis lakukan untuk orang lain. Penulis memiliki seorang teman yang luar biasa hebat dalam hidupnya. Malam itu kira jam 10 malam suara handphone ku berdering tanda aada sms masuk. Begini bunyinya” de..u ada dikost-kostan ga??gua laper ne...beliin g makanan dun..”ketika membaca sms tersebutpun akhirnya penulis membalas sms tersebut yang buntinya “ada ka...ya udah lu dateng ajjah..”. kalian tahua ga kenapa ia tiba-tiba mau dateng ketempat kost penulis dan langsung minta makan, Dia kan ngekost juga ternyata dia Cuma dikasih uang sama mamanya Rp. 50.000,00 saja kalian tau kan zaman sekarang semuanya serba mahal dengan uang 50 rb untuk 1 minggu jika dipikir pake logika kita mungki itu tidak bakal tahan tetapi penulis salut sama dia dengan uang yang sangat minimimal itu di sangup bertahan untuk hidup satu minggu, dashyat yah...yang walaupun terkadang dia mesti kadang-kadang dia mesti minta ke orang lain. Tapi meurut penulis itu hal yang wajar. Lanjut lagi ketopik yang tadi, setelah beberap lama penulis tungguin akhirnya dia datang juga dengan membawa satu temannya yang satu kost-kostan dengan dia. Langsung ajjah penulis sungguhin makanan alah kadarnya lah bisa dibilang, 1 porsi sate, nasi, dan sedikit gorengan. Setelah dia makan dia bilang “makasih ya de...u tau ga dari tadi siang itu gua nahan laper tau gara-gara gua ga punya uang lagi buat makan Cuma tinggal buat ongkos pulang kerumah doank besok”. Dan penulis jawab “yaelah ka nyatai ajjah lah...kalo gua bisa bantu u juga pasti gua bantu koq...”. akhirnya setalh selesai makan dia bilang de gua numpang tidur di kost-kostan u yah, abis kost-kostan u enak ngga kaya kost-kostan guan panas kipasnya pake ada Tvnya dikost-kostan gua mah ngga ada sepi tau. Penulis jawab “ya udah ka nginep ajjah ga apa-apa lagi gua seneng koq”. Akhirnya mereka pun jadi nginep dan malem itu kita banyak curhat tentang hidupnya yang luar biasa baget dia bilang hidupnya tuch selalu dipenuhi berkat dari Tuhan. Dia bilang waktu dia kesusahan untuk bayaran uang kuliah dan dia selalu berdoa sama Tuhan “Tuhan hamba tahu engkau tidak akan mungkin memberi cobaan kepada setiap umat-Mu yang berlebihan sehingga tidak mampu kami keluar dari cobaan tersebut, hamba berserah kepada-Mu”(kurang lebih begitu berdoanya), dan dengan hati yang tulus untuk melayani-Nya tiba-tiba berkat dari Tuhan itupun mengalir sendiri dan tiba-tiba ia dipilih menjadi salah seorang peserta lomba dalam lomba acconting dari kampus dan hebat dia menang dan hasil dari kemenangannya itulah yang ia jadikan untuk membayar uang kuliah. Wah mmemang yah Tuhan itu luar biasa ia ga akan pernah membiarkan umat-Nya dalam menghadipi cobaan diluar batas kemampuannya. Setalah semalaman kami bercerita kami pun mulai tidur dan keesokan harinya mereka pulang dan penulispun kembali ke kampus. Ternyata setelah melihat isi kantong penulis, penulis baru sadar uang penulis pun sudah mulai menipis karena tadi malem kan penulis sudah membelikan teman penulis makanan tapi setelah mengingat lagi apa yang dikatakan teman penulis tadi malem tentang berkat Tuhan itu selalu ada, yah penulis ngga memikirkan lagi uang penulis yang menipis tersebut dan ternyata memang bener hari itu kan hari jumat saatnya penulis pulang kerumah asli penulis. Duit yang tersisa hanya tinggal 20 ribu lagi sedangkan ongkos kerumah pas-pasan 20 ribu, tidak ada lagi untuk uang makan siang tetapi bener kebaikan akan selalu dibalas dengan kebaikan kerena tadi melem penulis memberi makan teman penulis eh...siang nya penulis malah ditraktir makan sama teman penulis yang kebetulan pada hari itu dia lagi ulang tahun hehehe....enak yah....setalh itu beberapa minggu kemudian teman penulis yang tadi lagi sms penulis lagi dan kali ini dia bilang mau pinjem baju sama kemeja buat kuliah. Dan penulispun memberikannya selang beberapa hari kemudian tiba-tiba tente penulis dateng ke kost-kostan penulis karena ingin mendaftarkan anaknya untuk berkuliah ditempat penulsi berkuliah GUNADARMA. Setelah pulang mendaftar penulis diajak untuk mampir ke mall yang tidak jauh dari kampus...kalian tau ga ternyata penulis dibeliin celana jeans dan pulangnya dikasih uang lagi. Dalam pikira penulis ini semua terjadi buakn karena suatu kebetulan ini adalah mujizat dari Tuhan. Karena sekali lagi penulis tekankan setiap perbuatan kita pasti akan ada hikmanya dan balasannya. Tergantung sekarang bagaimana kita menyikapinya dengan baik. Karena disetiap kebaikan pasti akn dibalas dengan kebaikan juga malah pengalaman yang dialami penulsi ini setiap kebaikan yang kita buat pasti mendapatkan kebaikan dan balasannya pasti akan lebih dari yang kita bayangkan. Demikian tulisan ini penulis buat semoga pembaca mendapat hikmah dan semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Mimpi menuju CITA-CITA
Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia
berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya
laskar pelangi takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa raih bintang di jiwa
menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa cinta kita di dunia
cinta kepada hidup memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil tapi cinta lengkapi kita
laskar pelangi takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi
menarilah dan terus tertawa walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa cinta kita di dunia
Mimpi kata orang jangan terlalu banyak bermimpi karena katanya mimpi bisa membawa kita dalam dunia khayal kita, tapi nidji berkata lain ”mimpi merupakan sebuah kunci untuk mencapai kesuksesan jika kita bisa bekerja keras”. Lewat mimpi kita bisa terlebih dahulu mengekspresikan cita-cita kita setinggi langit dan menjadi pegangan kita untuk melangkah lebih jauh. Untuk itu penulis mau share sedikit tentang sejuta cita-cita dan angan-angan penulis. Waktu masih kecil banyak sekali cita-cita yang ingin penulis raih salah satunya ingin menjadi dokter. Karena ketika penulis bercita-cita menjadi dokter melihat ayah penulis pada saat itu sering sekali terkena penyakit untuk itu penulis memantapkan cita-cita penulis menjadi seorang dokter, tetepi ternyata untuk menjadi dokter tidak semudah itu perlu otak yang cerdas dan materi yang rumayan banyak, kerana yang namanya sekolah itu tidak murah. Karena keterbatasan materi dan kurang cerdasnya penulis akhirnya penulis 180 derajat merubah cita-cita penulis. Untuk kali ini penulis ingin menjadi seorang polwan karena melihat ayah penulis yang seorang polisi dan karena penulis juga tinggal didaerah asrama polisi maka penulis melihat cara kerja polosi yang memang sangat bagus yaitu dapat mengayomi masyarakat. Akhirnya cita-cita ini pun yang menjadi pegangan penulis sampai penulis menginjak bangku SMP. Tetapi tiba-tiba hal yang tidak mengenakkan datang ketika penulis beranjak SMA ternya penulis memiliki kekurang pada bagian mata penulis, ternyata mata penulis terkena rabun jauh atau tidak bisa melihat terlalu jauh dengan ukuran minus 1,75. Yah...dari situ penulis merasa kecewa karena jika masuk polwan salah satu persyaratan mata tidak boleh minus. Huft...lagi..lagi..cita-cita penulis tak tersampaikan.
Akhirnya penulispun memilih untuk menjadi seorang ahli politik atau ahli hukum karena kata ibu penulis “ nak ibu melihat potensi kamu itu ada pada dunia hukum atau pilitik karena kamu cendrung bisa mengajak dan memimpi teman-teman kamu dan kamu itu banyak bicara lebih baik kamu masuk hukum atau polotik saja”. Setelah berpikir-pikir akhirnya saya pun mengikiti saran ibu saya dan saya mulai bekerja keras untuk itu, dimulai dengan mengikuti berbagai keorganisasian, banyak membaca dan mendengarkan berita, dan belajar dengan giat. Hingga saatnya penulispun dinyatakan LULUS dari SMA. Dan akhirnya penulis ingin melanjutkan keperguruan tinggi awalnya penulis berpikir kalo tidak diterima diperguruan tinggi negri penulis tidak akan kuliah. Untuk itu penulis mengikuti beberapa tes untuk masuk perguruan tinggi negri dengan mencoba mengambil jurusan hukum atau ilmu politik. Tapi apa daya tangan tak sampai ternyata penulis pun gagal pada serangkaian tes tersebut. Dan seperti yang tadi penulis sudah katakan jika tidak berkuliah dinegri penulis tidak akan kuliah. Tetapi TUHAN berkehendak lain orangtua penulis memberikan kesempatan buat penulis untuk berkuliah dia perguruan tinggi swasta dan penulispun dimasukkan ke perguruan tinggi swasta GUNADARMA karena sebelumnya kaka tertua penulis pun berkuliah disana dan sekarang sudah lulus dan sudah mendapat kerja yang baik oleh karena itu penulis dimasukkan digunadarma tetapi kendali belum sampai disitu saja untuk pemilihan jurusan pun penulis bingung dan akhirnya penulispun memilih jurusan Teknik Informatika karena basic penulis yang sewaktu SMA berjurusan IPA. Disemester pertama penulis berkuliah dalam hati kecil penulis merasa tidak sanggup berada dijurusan teknik ini karena pelajaran yang terlalu berat dan sulit, dalam setiap mata kuliah sewaktu semester satu penulis tidak pandai dan sempat memutuskan untuk pindah jurusan. Tetapi penulis bersyukur memilikin orangtua dan keluarga yang selalu mendukung penulis walaupun memiliki IP yang belum maksimal penulis tetap diberikan semangat, dan penulis juga bersyukur mempunyai teman-teman kelas yang sangat baik selalu mau membantu penulis jika penulis dalam kesusahan 1IA08 the best friends, dosen-dosen yang baik hati yang mau mengajar dengan sabar, dan tentunya tidak lupa saudara ssekaligus teman sekostan saya Ana dan PD Gunadarma. Khususnya buat my Savior...
Dan akhirnya di akhir cerita sejuta angan-angan dan cita-cita penulis ini penulis hanya ingin menjadi seorang yang ahli dibidang teknik informatika yang berguna bagi nusa dan bangsa dan agama dan dapat memberikan yang terbaik buat keluarga ku tercinta. Terimakasih
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan jika ada kesalahan penulisan atau salah-salah kata penulis mohon maaf.
berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya
laskar pelangi takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa raih bintang di jiwa
menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa cinta kita di dunia
cinta kepada hidup memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil tapi cinta lengkapi kita
laskar pelangi takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi
menarilah dan terus tertawa walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa cinta kita di dunia
Mimpi kata orang jangan terlalu banyak bermimpi karena katanya mimpi bisa membawa kita dalam dunia khayal kita, tapi nidji berkata lain ”mimpi merupakan sebuah kunci untuk mencapai kesuksesan jika kita bisa bekerja keras”. Lewat mimpi kita bisa terlebih dahulu mengekspresikan cita-cita kita setinggi langit dan menjadi pegangan kita untuk melangkah lebih jauh. Untuk itu penulis mau share sedikit tentang sejuta cita-cita dan angan-angan penulis. Waktu masih kecil banyak sekali cita-cita yang ingin penulis raih salah satunya ingin menjadi dokter. Karena ketika penulis bercita-cita menjadi dokter melihat ayah penulis pada saat itu sering sekali terkena penyakit untuk itu penulis memantapkan cita-cita penulis menjadi seorang dokter, tetepi ternyata untuk menjadi dokter tidak semudah itu perlu otak yang cerdas dan materi yang rumayan banyak, kerana yang namanya sekolah itu tidak murah. Karena keterbatasan materi dan kurang cerdasnya penulis akhirnya penulis 180 derajat merubah cita-cita penulis. Untuk kali ini penulis ingin menjadi seorang polwan karena melihat ayah penulis yang seorang polisi dan karena penulis juga tinggal didaerah asrama polisi maka penulis melihat cara kerja polosi yang memang sangat bagus yaitu dapat mengayomi masyarakat. Akhirnya cita-cita ini pun yang menjadi pegangan penulis sampai penulis menginjak bangku SMP. Tetapi tiba-tiba hal yang tidak mengenakkan datang ketika penulis beranjak SMA ternya penulis memiliki kekurang pada bagian mata penulis, ternyata mata penulis terkena rabun jauh atau tidak bisa melihat terlalu jauh dengan ukuran minus 1,75. Yah...dari situ penulis merasa kecewa karena jika masuk polwan salah satu persyaratan mata tidak boleh minus. Huft...lagi..lagi..cita-cita penulis tak tersampaikan.
Akhirnya penulispun memilih untuk menjadi seorang ahli politik atau ahli hukum karena kata ibu penulis “ nak ibu melihat potensi kamu itu ada pada dunia hukum atau pilitik karena kamu cendrung bisa mengajak dan memimpi teman-teman kamu dan kamu itu banyak bicara lebih baik kamu masuk hukum atau polotik saja”. Setelah berpikir-pikir akhirnya saya pun mengikiti saran ibu saya dan saya mulai bekerja keras untuk itu, dimulai dengan mengikuti berbagai keorganisasian, banyak membaca dan mendengarkan berita, dan belajar dengan giat. Hingga saatnya penulispun dinyatakan LULUS dari SMA. Dan akhirnya penulis ingin melanjutkan keperguruan tinggi awalnya penulis berpikir kalo tidak diterima diperguruan tinggi negri penulis tidak akan kuliah. Untuk itu penulis mengikuti beberapa tes untuk masuk perguruan tinggi negri dengan mencoba mengambil jurusan hukum atau ilmu politik. Tapi apa daya tangan tak sampai ternyata penulis pun gagal pada serangkaian tes tersebut. Dan seperti yang tadi penulis sudah katakan jika tidak berkuliah dinegri penulis tidak akan kuliah. Tetapi TUHAN berkehendak lain orangtua penulis memberikan kesempatan buat penulis untuk berkuliah dia perguruan tinggi swasta dan penulispun dimasukkan ke perguruan tinggi swasta GUNADARMA karena sebelumnya kaka tertua penulis pun berkuliah disana dan sekarang sudah lulus dan sudah mendapat kerja yang baik oleh karena itu penulis dimasukkan digunadarma tetapi kendali belum sampai disitu saja untuk pemilihan jurusan pun penulis bingung dan akhirnya penulispun memilih jurusan Teknik Informatika karena basic penulis yang sewaktu SMA berjurusan IPA. Disemester pertama penulis berkuliah dalam hati kecil penulis merasa tidak sanggup berada dijurusan teknik ini karena pelajaran yang terlalu berat dan sulit, dalam setiap mata kuliah sewaktu semester satu penulis tidak pandai dan sempat memutuskan untuk pindah jurusan. Tetapi penulis bersyukur memilikin orangtua dan keluarga yang selalu mendukung penulis walaupun memiliki IP yang belum maksimal penulis tetap diberikan semangat, dan penulis juga bersyukur mempunyai teman-teman kelas yang sangat baik selalu mau membantu penulis jika penulis dalam kesusahan 1IA08 the best friends, dosen-dosen yang baik hati yang mau mengajar dengan sabar, dan tentunya tidak lupa saudara ssekaligus teman sekostan saya Ana dan PD Gunadarma. Khususnya buat my Savior...
Dan akhirnya di akhir cerita sejuta angan-angan dan cita-cita penulis ini penulis hanya ingin menjadi seorang yang ahli dibidang teknik informatika yang berguna bagi nusa dan bangsa dan agama dan dapat memberikan yang terbaik buat keluarga ku tercinta. Terimakasih
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan jika ada kesalahan penulisan atau salah-salah kata penulis mohon maaf.
Langganan:
Postingan (Atom)
Hi Guys, Udah lama gak ngeblog, Now, I am back ^_^ Mau berbagi pengalaman sedikit tentang persiapan merried kemarin, gue akan...
-
Praktikum kali ini saya ingin membuat program untuk menampilkan karnaugh map (K-Map) menggunakan program C++. #include #include #include...
-
contoh liturgi ragam bahasa 1. Bahasa Palembang K*erNO b*esak nian kasih-Nyo pado dunio, laju di*enJUKk*e-Nyo buDAK lanang siKOK-siKOK...
-
Hypertext Komunitas - sistem informasi Pemanfaatan teknologi informasi manjadi suatu keharusan yan...


.jpg)