Sabtu, 02 April 2011

W3C Sejarah - Lihat W3C timeline


W3C Sejarah - Lihat W3C timeline
Kemudian di tahun 1994, Marc Andreesen meninggalkan NCSA, dan kemudian bersama Jim Clark, salah satu pendiri dari Silicon Graphics, membuat Netscape versi pertama. Kehadiran Netscape ini menggantikan kepopuleran Mosaic sebagai Web browser dan bahkan sampai saat ini Netscape merupakan browser yang banyak digunakan setelah Internet Explorer dari Microsoft. Pada tahun yang sama CERN dan MIT mendirikan suatu konsorsium yang dinamakan World WIde Web Consortium (W3C) yang bertugas untuk membangun standar bagi teknologi Web.
Selanjutnya dikenal protocol World Wide Web dan dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). Sebagaimana diketahui, W3C adalah konsorsium dari sejumlah organisasi yang berkepentingan dalam pengembangan berbagai standar yang berkaitan dengan web. Web dengan cepat berkembang ke luar lingkup masyarakat fisika energi tinggi. Pada tahun 1993, terdapat 130 server web di internet. Setahun kemudian jumlahnya meningkat menjadi 2.738, dan pada bulan Juni 1995 terdapat 23.500 server web. Pada awal perkembangannya, sewaktu browser masih berbasiskan teks hanya terdapat sekitar 50 website. Di akhir tahun 1995 jumlah ini telah berkembang mencapai sekitar 300.000 web site. Dan diperkirakan sekarang ini jumalh pemakai Web telah mencapat sekitar 30-an juta pemakai diseluruh dunia.
World wide web mendapat perhatian publik yang sangat besar yang tidak dapat disamai oleh aplikasi internet lainnya. Pada tahun 1995, www menggantikan FTP sebagai aplikasi internet yang bertanggungjawab atas sebagian besar lalu lintas internet. Web telah menjadi sedemikian terkenalnya sehingga kadang dicampuradukkan dengan istilah internet itu sendiri meskipun pengertian “di Web” dan “di Inetrnet” sebenarnya tidaklah sama.
Sekarang ini web telah memiliki pemirsa dalam jumlah yang sangat besar di luar lingkup akademis : kurang lebih 30% dari server web yang tengah beroperasi saat ini berada di komputer dalam domain komersial, dan di sebagian industri, di mana keberadaaan perusahaan web sama pentingnya dengan memiliki telpon atau faks bagi tujuan komunikasi bisnis. Web sekarang telah menjadi media yang sangat penting bagi periklanan dan alamat web sekarang sudah umum dijumpai pada majalah, surat kabar, dan iklan televisi.
Perbedaan WEB 1.0 – 2.0 – 3.0
WEB 1.0
•Halaman web cenderung statis
• Kebanyakan web didesain dengan rangka
(frame).
• Membuat penayangannya lambat pada koneksi
dial up.
• Satu-satunya interaksi yang bisa dilakukan adalah
mengisi buku tamu online.
• Grafis berformat GIF, biasanya beresolusi 88×31
piksel, umum digunakan untuk mempromosikan
apa saja di web.
WEB 2.0
• Formulir HTML terkirim otomatis via  email. Kita
bisa mengisinya dan mengirim balik ke pengirim,
langsung tercatat di database.
• CSS (Cascading Style Sheets)
• Aplikasi Rich Internet atau berbasis Ajax
• Markup XHTML
• Sindikasi dan agregasi data menggunakan
RSS/Atom
• URL yang valid
• Folksonomies
• Aplikasi wiki pada sebagian atau seluruh Website
XML Web-Service API
WEB 3.0
•Transformation dari tempat penyimpanan yang bersifat terpisah pisah menjadi satu.
• Ubiquitous connectivity, memungkinkan info diakses di berbagai media.
• Network computing, software as service business models, Web Services interoperability, distributed
computing, grid computing and cloud computing.
• Open technologies, sebagian besar semuanya berjalan dalam platform open source / free.
• Open identity, Open ID, seluruh info adalah bebas dan sebebas – bebasnya.
• The intelligent web, Semantic Web technologies such as RDF, OWL, SWRL, SPAROL, GRDDL,
semantic application platforms, and statement-based datastores;
• Distributed databases, database terdistribusi dalam WWD ( World Wide Database ).
• Intelligent applications.

Sejarah Internet


PENGENALAN INTERNET
Internet adalah sebuah jaringan komputer yang terdiri dari berbagai macam ukuran jaringan komputer di seluruh dunia mulai dari sebuah PC, jaringan-jaringan local berskala kecil, jaringan-jaringan kelas menengah, hingga jaringan-jaringan utama yang menjadi tulang punggung internet, sehingga setiap pemakai dari setiap jaringan dapat saling mengakses semua service atau layanan yang disediakan oleh jaringan lainnya.

SEJARAH INTERNET 
Internet ? Internet merupakan jaringan rangkaian komputer dengan rangkaian komputer lain di seluruh dunia. Internet berguna untuk kita berkomunikasi dan bertukar informasi, file, data, suara, gambar dan sebagainya antara individu dan manusia diseluruh dunia. Internet - adalah sebuah sistem komunikasi global yang menghubungkan komputerkomputer dan jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia. Setiap komputer dan jaringan terhubung - secara langsung maupun tidak langsung - ke beberapa jalur utama yang disebut internet backbone dan dibedakan satu dengan yang lainnya menggunakan unique name yang biasa disebut dengan alamat IP. Dengan ber INTERNET kita dapat memperoleh berbagai informasi apa saja dimana saja dan kapan saja [ no limit, anywhere and anytime ]. Anda tinggal ke search engine Dunia seperti Yahoo dan google. Ketik kalimat yang Anda ingin cari maka akan ditampilkan alamat website yang memberikan informasi tersebut. 2. Sejarah Singkat Sejarah internet bermula ketika beroperasinya jaringan ARPANET pada tahun 1969. Jaringan ARPANET pertama tersebut hanya menghubungkan empat host komputer dan besar bandwitdh-nya hanya 50kbps. Untuk lebih jelas, berikut ini diuraikan timeline perkembangan internet sejak berdirinya sampi dekade 90-an menurut sejarah DUNIA : - Tahun 1967 - 1970 Lawrence G. roberts dari machusetts of Technology (MIT) mempre-sentasikan rencana pembangunan ARPANET. - Tahun 1968, proposal ARPANET dibuat untuk memulai proyek tersebut. - Tahun 1970 , Host ARPANET mulai menggunakan NPC (Network Control Protocol). - Tahun 1971-1988 ; Roy Tomlinson dari BNN menciptakan progam E-mail. - 1975; steve walker membuat mailling list. - 1979 ; Tom Truscott dan Jim Ellis memperkenalkan USENET. - 15 maret 1985 ; Syimbolic.com tercatat sebagai domain pertama. - 1988 ; Internet Relay chat (IRC) diciptakan oleh Jarkko Oikrane - 1986; National Science Foundation (NSF) Backbone dibentuk. - 1996 ; Internet World Expo. - 2003 ; doc type xhtml, W3C, CSS, RSS, ATOM, blogs. Sedangkan sejarah di INDONESIA internet berawal dari : 1992 - Berawal dari BPPT - UI - LAPAN. Terbentuk Paguyuban - teknologi packet radio sebagai basis untuk network regional. 1994 - Indointernet sebagai ISP komersial pertama. 1996 - paling tidak 20 ISP komersial & 40 ISP menunggu ijin operasi 2004 - Telah lebih dari 20 ISP, dan koneksinya telah bertambah banyak [ dial up, Lease line, ADSL, Cable, Handphone / GPRS, WI FI dan sebagainya ] 3. FASILITAS INTERNET a. Berkomunikasi koresponden surat-menyurat dengan menggunakan e-mail b. Memperoleh informasi dengan menerusi World Wide Web(WWW) c. Memindah file dengan menerusi File Transfer Protocol (FTP) d. Video streaming yaitu dengan fasilitas ini kita dapat nonton file video, radio online dan sebagainya di komputer e. Akses dan control komputer jarak jauh (remote login) menerusi Telnet f. Berkomunikasi online/langsung seperti sms di handphone hanya di sini bedanya kita dapat bercakap langsung dengan beberapa orang sekaligus dengan menggunakan Internet Relay Chat (IRC) g. Kemudian terdapat chating lain yang baru yang memungkinkan kita chatting dengan langsung dapat melihat gambar orang yang sedang chat juga ( technologi video streaming ) yaitu dapat kita gunakan MSN ( yahoo messenger / hotmail messenger ) h. Kelompok yang menggunakan Newsgroup sebagai wadah pemberitaan i. Mengadakan forum elektronik, sebuah forum yang dapat di baca umum dan dapat kita komentari j. Untuk perusahaan dapat dipergunakan untuk central transaction controller, seperti ATM, credit card dan sebagainya langsung connect ke server perusahaan tersebut dengan bantuan jalur internet k. Dan technology yang terbaru adalah VOIP yaitu dapat bertelepon dengan kemana saja dengan bantuan jalur internet [ sehingga telepon pun menjadi lebih murah ] l. Electronic Mail/Email/Messaging Electronic mail atau surat elektronik adalah fasilitas yang paling sering digunakan di Internet. Dengan fasilitas ini seseorang dapat membuat dan mengirimkan pesan tertulis kepada seorang atau sekelompok orang lain yang juga terdaftar di Internet 4. MANFAAT INTERNET Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke Internet. Berikut ini hanyalah sebagian dari apa yang tersedia di Internet : a. Informasi untuk kehidupan pribadi : Kesehatan, Rekreasi, Hobby, Pengembangan Pribadi, Rohani, Sosial. b. Informasi untuk kehidupan profesional/Pekerja : Sains, Teknologi, Perdagangan, Saham. Komoditas, Berita Bisnis, Asosiasi Profesi, Asosiasi Bisnis, Berbagai Forum Komunikasi. Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaakeanggotaan Internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor-faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat Internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu. 5. CONTOH JARINGAN INTERNET sumber ilustrasi dari CBN begitu juga dengan komputer lain [ semua harus dikoneksikan melalui suatu alat baik itu melalui MODEM dial up, ADSL, Cable, Radio, Wave , Satelite dan handphone ] Penerima dan pemakai semua terhubung melalui alat-alat seperti diatas. dan harus berlangganan dengan salah satu provider yang menyediakan internet [ ISP / Internet Service Provider ]. 6. BERBAGAI JENIS KONEKSI INTERNET PADA UMUMNYA a. Dial up = Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan line telepon. Dengan menggunakan sebuah modem dial-up. Saat online [ connect ] maka telepon tidak dapat digunakan. Perhitungan pulsa telepon berjalan + biaya internet dari provider. max Kecepatan 56kb. b. Broadband = Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan kabel tv, dengan menggunakan modem broadband. Saat online dapat sekaligus nonton tidak berpengaruh. Dan biaya lebih hemat cukup membayar abodemen tv cable + biaya internet provider untuk 24 jam online [ no limit ]. kecepatan mulai dari 64kb - 256kb. c. ADSL = Menghubungkan komputer ke internet melalui sambungan jaringan line telepon juga. Namun ADSL menggunakan teknologi yang lebih modern. Saat online jalur telepon tidak terganggu, dapat digunakan dalam kebersamaan. Biaya cukup membayar provider internet dengan sistem perhitungan berdasarkan besarnya kilobyte yang digunakan, koneksi 24 jam online. Kecepatan mencapai 512kb.

Hypertext Komunitas - sistem informasi


Hypertext Komunitas - sistem informasi
Pemanfaatan teknologi informasi manjadi suatu keharusan yang tidak dapat dihindari oleh setiap perusahaan yang ingin menempatkan dirinya pada posisi paling depan dalam suatu industri. Terkait dengan hal ini, pengelolaan sumber daya informasi memegang peranan yang sangat penting untuk menunjang suksesnya sebuah bisnis. Dalam sebuah perusahaan, pengelolaan sumber daya informasi biasanya disebut dengan Sistem Informasi Sumber daya Informasi.
Sistem Informasi Sumber daya Informasi atau Information Resources Information System merupakan bagian dari sistem informasi yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi, memproses, serta menyediakan informasi dalam format tepat yang akan dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan. Proses mengidentifikasi berarti sistem harus dapat menentukan masalah yang dihadapi perusahaan, keputusan yang akan dibuat oleh oleh para pengambil
keputusan dan informasi apa yang harius disediakan untuk memecahkan masalah tersebut. Proses ini harus dapat menentukan data yang dibutuhkan, dimana, bagaimana, dan dengan metode apa data tersebut diperoleh serta bagaimana menentukan proses dan metode yang paling tepat yang akan dipergunakan dan berapa lama proses harus diselesaikan. Beberapa permasalahan yang sering timbul dengan dipilihnya outsourcing adalah perusahaan menghadapi keresahan terhadap karyawan, khususnya adanya rasa takut kehilangan pekerjaan yang dihadapai oleh karyawan yang sering memicu terjadinya kemarahan yang pada akhirnya akan mengganggu moral bekerja mereka, sehingga pihak
manajemen perlu mengkomunikasikannya secara baik dan berterus terang atas apa yang sedang dihadapi perusahaan serta kenapa diambil langkah-langkah outsourcing.
Untuk menjaga terjadinya keresahan karyawan, proses outsourcing beberapa perusahaan membuat langkah transisi untuk menolong karyawan, misalnya jauh sebelum outsourcing diputuskan maka secara rinci dikomunikasikan dalam beberapa pertemuan untuk staf di bagian telnologi informasi, sehingga ketika outsourcing diberlakukan, maka para staf mengerti benar betapa pentingnya keahlian dan teknologi baru bagi perusahaan, mereka didorong untuk memperoleh keahlian baru dibawah inisiatif perusahaaan. Kunci utama dalam kesuksesan outsourcing adalah pemilihan vendor yang tepat (choose
the right vendor) karena outsourcing merupakan kerjasama jangka panjang sehingga penunjukkan vendor yang tepat sebagai mitra perusahaan menjadi sangat krusial baik dari pertimbangan aspek teknologi, bisnis, maupun tujuan finansial. Berdasarkan hal tersebut, perusahaan dituntut untuk dapat memahami dasar pertimbangan dalam pemilihan vendor.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan antara lain pengetahuan dan kemampuan dalam industri yang dibidanginya (industry knowledge), kemampuan teknis, kemampuan keuangan dan kemampuan dalam menyampaikan infrastruktur jasa yang dikelolanya. Sistem informasi dan organisasi merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Sistem informasi harus disesuaikan dengan organisasi agar dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan pada suatu bagian tertentu yang penting pada organisasi. Pada saat yang sama, organisasi harus waspada dan terbuka terhadap pengaruh sistem informasi supaya mendapat keuntungan dari teknologi baru. Interaksi antara teknologi informasi dan organisasi sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor mediasi yang besar, yaitu struktur organisasi, SOP (Standard Operating Procedures), politik, kultur, lingkungan sekitar, dan keputusan manajemen. Para manajer harus waspada karena sistem informasi mampu mengubah kehidupan organisasi. Sistem informasi tidak bisa sukses merancang sistem baru atau memahami sistem yang sudah ada tanpa memahami organisasi. Para manajer perlu memutuskan sistem apa yang akan dibangun, apa yang akan dikerjakannya, serta bagaimana pengimplementasiaannya.
Outsourcing bisa menjadi solusi terbaik dalam menjaga kepastian jumlah pengeluaran perusahaan dan menekan resiko secara bersamaan. Dengan melibatkan pihak lain dalam melakukan pengawasan dan tindakan terhadap sebagian dari kegiatan operasional sehari-hari, perusahaan akan memperoleh kemudahan untuk bisa lebih serius menangani bisnis utamanya. Bisnis teknologi informasi pun memiliki prospek yang cukup cerah di masa depan. Apalagi teknologi informasi adalah dunia yang perubahan paradigma dan solusinya bergerak sangat cepat. Maka tentunya para pengguna barang atau jasa teknologi informasi akan lebih minim dalam resiko jika mereka melakukan kerjasama outsourcing.
Dengan waktu kerjasama yang relatif pendek, sistem pembayaran yang luwes dan skema kerjasama yang dapat dihentikan di tengah masa kerjasama, para pelaku usaha akan cenderung memilih solusi tersebut dibandingkan jika harus secara mandiri membangun divisi yang khusus mengelolanya

Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. Penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan, yang disebut dengan dokumen hiperteks, yang kemudian membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim Berners-Lee. Hingga kini, ada dua versi mayor dari protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang menggunakan koneksi terpisah untuk setiap dokumen, dan HTTP/1.1 yang dapat menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan transaksi. Dengan demikian, HTTP/1.1 bisa lebih cepat karena memang tidak usah membuang waktu untuk pembuatan koneksi berulang-ulang.
Pengembangan standar HTTP telah dilaksanakan oleh Konsorsium World Wide Web (World Wide Web Consortium/W3C) dan juga Internet Engineering Task Force (IETF), yang berujung pada publikasi beberapa dokumen Request for Comments (RFC), dan yang paling banyak dirujuk adalah RFC 2616 (yang dipublikasikan pada bulan Juni 1999), yang mendefinisikan HTTP/1.1.
Dukungan untuk HTTP/1.1 yang belum disahkan, yang pada waktu itu RFC 2068, secara cepat diadopsi oleh banyak pengembang penjelajah Web pada tahun 1996 awal. Hingga Maret 1996, HTTP/1.1 yang belum disahkan itu didukung oleh Netscape 2.0, Netscape Navigator Gold 2.01, Mosaic 2.7, Lynx 2.5, dan dalam Microsoft Internet Explorer 3.0. Adopsi yang dilakukan oleh pengguna akhir penjelajah Web pun juga cepat. Pada bulan Maret 2006, salah satu perusahaan Web hosting melaporkan bahwa lebih dari 40% dari penjelajah Web yang digunakan di Internet adalah penjelajah Web yang mendukung HTTP/1.1. [1]Perusahaan yang sama juga melaporkan bahwa hingga Juni 1996, 65% dari semua penjelajah yang mengakses server-server mereka merupakan penjelajah Web yang mendukung HTTP/1.1. Standar HTTP/1.1 yang didefinisikan dalam RFC 2068 secara resmi dirilis pada bulan Januari 1997. Peningkatan dan pembaruan terhadap standar HTTP/1.1 dirilis dengan dokumen RFC 2616 pada bulan Juni 1999.
HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara klien dan server. Sebuah klien HTTP (seperti web browser atau robot dan lain sebagainya), biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan ke port tertentu di sebuah server Webhosting tertentu (biasanya port 80). Klien yang mengirimkan permintaan HTTP juga dikenal dengan user agent. Server yang meresponsnya, yang menyimpan sumber daya seperti berkas HTML dan gambar, dikenal juga sebagai origin server. Di antara user agent dan juga origin server, bisa saja ada penghubung, seperti halnya proxy, gateway, dan juga tunnel.
HTTP tidaklah terbatas untuk penggunaan dengan TCP/IP, meskipun HTTP merupakan salah satu protokol aplikasi TCP/IP paling populer melalui Internet. Memang HTTP dapat diimplementasikan di atas protokol yang lain di atas Internet atau di atas jaringan lainnya. seperti disebutkan dalam "implemented on top of any other protocol on the Internet, or on other networks.", tapi HTTP membutuhkan sebuah protokol lapisan transport yang dapat diandalkan. Protokol lainnya yang menyediakan layanan dan jaminan seperti itu juga dapat digunakan.."[2]
Sumber daya yang hendak diakses dengan menggunakan HTTP diidentifikasi dengan menggunakan Uniform Resource Identifier (URI), atau lebih khusus melalui Uniform Resource Locator (URL), menggunakan skema URI http: atau https:.

Sesuai dengan perkembangan infrastruktur internet maka pada tahun 1999 dikeluarkan HTTP versi 1.1 untuk mengakomodasi proxy, cache dan koneksi yang persisten.

PELOPOR WEB


Pelopor  WEB
1.Paul Marie Ghislain otlet
(pengucapan Perancis: [ɔtle] , Inggris: / ɒtleɪ / ) (23 Agustus 1868-10 December 1944) adalah seorang penulis, pengusaha, visioner, pengacara dan aktivis perdamaian, ia adalah salah satu dari beberapa orang yang telah dipertimbangkan ayah dari ilmu informasi , bidang yang ia sebut "dokumentasi". Otlet created the Universal Decimal Classification , one of the most prominent examples of faceted classification . Otlet menciptakan Klasifikasi Desimal Universal , salah satu contoh yang paling menonjol dari segi klasifikasi . Otlet was responsible for the widespread adoption in Europe of the standard American 3x5 inch index card used until recently in most library catalogs around the world (by now largely displaced by the advent of online public access catalogs (OPAC)). Otlet bertanggung jawab untuk adopsi luas di Eropa Amerika standar 3x5 inch kartu indeks yang digunakan hingga saat ini dalam katalog perpustakaan paling di seluruh dunia (sekarang sebagian besar digantikan oleh munculnya online katalog akses publik (OPAC)). Otlet wrote numerous essays on how to collect and organize the world's knowledge, culminating in two books, the Traité de documentation. (1934) and Monde: Essai d'universalisme. (1935) Otlet banyak menulis esai tentang bagaimana mengumpulkan dan mengatur dunia pengetahuan, yang memuncak dalam dua buku, dokumentasi Traité de:. (1934) dan Monde d'universalisme. Essai (1935)
In 1907, following a huge international conference, Henri La Fontaine and Otlet created the Central Office of International Associations, which was renamed to the Union of International Associations in 1910, and which is still located in Brussels . Pada tahun 1907, mengikuti konferensi internasional besar, Henri La Fontaine dan otlet menciptakan Kantor Pusat Asosiasi Internasional, yang berganti nama dengan Uni Asosiasi Internasional pada tahun 1910, dan yang masih terletak di Brussel . They also created a great international center called at first Palais Mondial (World Palace), later, the Mundaneum to house the collections and activities of their various organizations and institutes. Mereka juga menciptakan sebuah pusat internasional yang besar disebut di Mondial Palais pertama (World Istana), kemudian, Mundaneum ke rumah koleksi dan aktivitas berbagai organisasi dan lembaga.
Otlet was also an idealist and peace activist, pushing internationalist political ideas that were embodied in the League of Nations and its International Institute for Intellectual Cooperation (forerunner of UNESCO ), working alongside his colleague Henri La Fontaine , who won the Nobel Peace Prize in 1913, to achieve their ideas of a new world polity that they saw arising from the global diffusion of information and the creation of new kinds of international organization. Otlet juga seorang aktivis idealis dan perdamaian, mendorong ide-ide politik internasionalis yang terkandung dalam Liga Bangsa-Bangsa serta Institut Internasional untuk Intelektual Kerjasama (pendahulu UNESCO ), bekerja bersama rekannya Henri La Fontaine , yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1913 , untuk mencapai ide-ide mereka sebuah pemerintahan dunia baru bahwa mereka melihat timbul dari difusi global informasi dan penciptaan jenis baru organisasi internasional.

2. Konsep Vannevar Bush
Vannevar Bush menulis sebuah artikel di tahun 1945, berjudul ‘As We May Think’ di sebuah majalah ilmiah populer, Atlantic Monthly. Di dalam artikel tersebut, Bush bercerita tentang alat impiannya, berupa sebuah ‘meja kerja’ untuk para ilmuwan yang diberinama MEMEX (baca ‘mi.meks’). Meja ini memiliki layar kaca dan merupakan sebuah ‘mesin memori’ yang dapat menyimpan semua berkas, artikel, buku bacaan, dan surat-menyurat seorang ilmuwan. Dalam bayangan Bush, mesin ini adalah gabungan dari berbagai mesin film-mikro (microfilm), sebab di jaman itu orang belum lagi berpikir tentang komputer-meja (desktop computer). Pemilik mesin ini akan bekerja (mengetik, membaca, berpikir, memeriksa, menganalisa) dengan berbagai berkas film-mikro yang saling berhubungan secara otomatis. Dia dapat membuka dan menutup berkas dengan mudah, sesuai kebutuhannya.

Impian Vannevar Bush inilah yang mendorong Douglas Engelbart, seorang peneliti di Stanford Research Institute, California, untuk menciptakan konsep tentang mesin yang membantu kegiatan kognitif manusia (kegiatan berpikir, terutama dengan saling menghubung-hubungkan berbagai konsep). Dia lalu memunculkan konsep hypertext dan menerapkan konsep itu pada sebuah sistem informasi elektronik (kali ini sudah berbantuan komputer). Dia juga merancang perangkat yang kini kita kenal dengan nama mouse itu. Hasil karyanya ini didemonstrasikan pada tahun 1968 dan masih dapat dilihat di situs Stanford[1].

Ted Nelson mengikuti dengan seksama pikiran-pikiran Bush dan Engelbart, dan dia pun membuat proyek sendiri yang diberinya nama Xanadu Project. Walaupun Engelbart adalah orang yang sebenarnya pertamakali berpikir serius tentang hypertext, namun Nelson lah yang lebih sering dikaitkan dengan konsep ini, karena dia menulis banyak sekali artikel tentang Xanadu. Boleh dikatakan, Xanadu adalah impian yang sangat komplit tentang sebuah jaringan raksasa berisi berbagai teks, foto, film, dan suara yang saling berkaitan, sambung-menyambung, menjadi sebuah mesin raksasa. Lalu, setiap orang, dari mana saja, dapat menggunakan mesin ini untuk mengambil data dan informasi bagi keperluan pribadi maupun keperluan pekerjaan. Bayangan Nelson ini tentu saja sekarang tak asing lagi, setelah akhirnya Internet menjadi realitas. Namun, Xanadu Project itu sendiri akhirnya terbengkalai dan dihentikan.

Sementara itu, Tim Berners-Lee yang bekerja di sebuah laboratorium di Geneva, Switzerland, ikut terpesona oleh ide-ide tentang hypertext. Dia membuat sebuah program komputer yang dirancang untuk menyimpan berbagai jenis data dan informasi, lalu membuat kaitan di antara mereka secara acak. Pada tahun 1989 dia mengusulkan secara gagah-berani agar konsep hypertextuality diperluas menjadi jaringan global agar orang-orang dari berbagai belahan dunia dapat bekerja sama saling bertukar informasi. Dia lah yang mengusulkan, agar jaringan itu diberi nama world wide web. Sekarang, usulan Berners-Lee sudah jadi kenyataan.


3.Engelbart
Programming Toolkits (Alat Bantu PemrogramanSekitar awal tahun 1950-an, komputer dianggap sebagai suatu teknologi yang kompleks sehingga hanya orang dengan intelektualitas tertentu saja yang mampumemanipulasinya. Douglas Engelbart, sesorang lulusan UCLA Berkeley, berpendapat bahwa dengan meningkatkan kemampuan manusia, berarti bertambah pula kapabilitas manusia untuk memecahkan masalah yang kompleks. Oleh karena itu, peralatan komputasi untuk membantu manusia dalam memecahkan masalah perlu dilengkapi dengan alat bantu (tools) yang tepat. Untuk itu, diadakan riset dengan sebuah tim untuk membangun alat bantu pemrograman (programming tools). Dari alat bantu pemrograman ini dapat dibuat alat bantu lain yang lebih besar cakupannya dan akhirnya programer dapat membangun sistem interaktif atau sistem lain yang lebih kompleks.__
Sesungguhnya yang dimaksud sistem informasi tidak harus melibatkan komputer, sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut sistem informasi berbasis komputer (computer based information system atau CBIS), tetapi dalam prakteknya sistem informasi lebih sering dikait-kaitkan dengan komputer. Berikut beragam definisi sistem informasi :
1. Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
2. Bodnar dan HopWood (1993)
Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna.
3. Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah perusahaan.
______________________________________

Hi Guys, Udah lama gak ngeblog, Now, I am back ^_^ Mau berbagi pengalaman sedikit tentang persiapan merried kemarin, gue akan...